Rabu, 04 Januari 2017

Dampak K-Pop Terhadap Remaja



Dengan adanya globalisasi membuat banyaknya pengaruh luar yang masuk ke Indonesia, salah satunya adalah budaya K-Pop. K-Pop adalah budaya yang berasal dari Korea Selatan yang bukan hanya pada musik seperti kemunculan boyband dan girlband, tetapi juga mulai melalui penampilan yang memukau seperti gaya rambut, fashion, make up, tarian, dan lain-lain yang banyak digandrungi para remaja. Kini budaya K-Pop bahkan cukup banyak menggeser budaya lainnya dan merupakan contoh yang baik untuk negara-negara lain di dunia terutama dilihat dari segi kreatifitas. Akhir-akhir ini banyak remaja yang menggandrungi K-Pop dan tidak sedikit yang bahkan menggunakan kata-kata berbahasa Korea dasar, yang bisa didapatkan dari mendengarkan lagu korea maupun melihat drama korea. Untuk pecinta atau penyuka musik K-Pop biasa disebut dengan K-popers atau K-Pop lovers. Kemajuan teknologi seperti internet pun semakin memudahkan penggemar K-Pop untuk melihat dan mengamati berita terbaru dari idola mereka. Namun dibalik itu K-Pop sendiri memiliki dampak-dampak yang dapat mempengaruhi para remaja.
Dampak-dampak tersebut tidak lain adalah dampak negatif dan positif yang berpengaruh bagi remaja. Untuk dampak positif yaitu pertama, para remaja bisa terhindar dari pergaulan bebas, narkoba, dan minuman keras. Kedua, dapat mengetahui berbagai macam kosakata korea dari mendengarkan lagu korea maupun melihat drama korea. Ketiga, menambah teman dari berbagai tempat di seluruh penjuru dunia melalui dunia maya seperti Twitter, Line, Kakaotalk, Instagram, dan lainnya. Keempat, menambah pengetahuan tentang kebudaanyaan negara lain. Kelima, musik-musiknya dapat menjadi salah satu sarana hiburan. Keenam, menjadikan idolanya sebagai wadah inspirasi dan motivasi dalam hal yang positif. Ketujuh, belajar fashion atau gaya berpakaian. Kedelapan, mengajarkan untuk bekerja keras terbukti dari usaha artis K-pop yang mengikuti trainee selama bertahun-tahun untuk menjadi sukses seperti sekarang ini. Kesembilan, mengasah kemampuan menganalisis konsep pasca comeback idol, tidak menutup kemungkinan jika kemampuan K-Popers bisa digunakan sebagai karir yang menjanjikan. Kesepuluh, mengasah kemampuan berkarya mulai dari cover dance, melukis, menulis fanfiction, dan lain-lain. Kesebelas, banyak dari K-popers yang memulai usaha olshop seperti jualan album, merchandise (pernak-pernik K-Pop), dan lainnya untuk menambah penghasilan. 
 Selain dampak positif, budaya K-Pop juga memiliki dampak negatif. Untuk dampak negatif yaitu Pertama, belakangan ini para remaja jadi lebih menyukai budaya K-Pop daripada budaya sendiri. Kedua, bisa terpengaruh dengan meminum-minuman keras yang merupakan hal biasa di Korea. Ketiga, Lupa  waktu untuk mengerjakan tugas atau pekejaan lainnya. Keempat, rela mengeluarkan uang yang jumlahnya tidak sedikit hanya untuk menonton konser, membeli merchandise (pernak-pernik K-Pop), membeli album, dan lainnya. Kelima, banyak video dari lagu-lagu K-Pop yang menayangkan wanita dengan pakaian yang kurang pantas. Keenam, Jadi  malas belajar dan prestasi menurun. Ketujuh, kurang bersosialisasi di kehidupan nyata karena terlalu sibuk mencari berita terbaru idola di dunia maya atau disunianya sendiri. 
Saat ini memang budaya K-Pop sudah mempengaruhi para remaja dunia termasuk di Indonesia. Namun , kita harus tetap melestarikan budaya sendiri agar budaya kita tidak luntur atau hilang karena adanya fenomena budaya K-Pop atau budaya lainnya. Karena memang banyak dampak negatif yang didapat dari budaya K-Pop tersebut, tapi bukan berarti hal tersebut sepenuhnya berdampak buruk yang dapat mempengaruhi para remaja di Indonesia. Dibalik itu, budaya K-Pop juga tetap memiliki dampak positif bagi para peminatnya/pecintanya. Namun semua itu memang kembali kepada remaja itu sendiri bagaimana dia dapat memilah mana hal yang baik dan mana yang tidak baik dari adanya fenomena budaya K-Pop tersebut.

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat ^_^